
Rejosari, Srimartani – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Padukuhan Rejosari melaksanakan kegiatan monitoring kualitas air rumah tangga sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan masyarakat dan upaya pendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan melalui pengamatan kondisi fisik air, pengukuran Total Dissolved Solids (TDS), serta wawancara langsung dengan warga mengenai sumber air yang digunakan sehari-hari.
Sebelum kegiatan monitoring dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan perancangan dan pembuatan prototype alat monitoring kualitas air berbasis sensor TDS menggunakan mikrokontroler ESP32. Prototype tersebut digunakan sebagai alat bantu pengukuran di lapangan dan telah melalui proses perakitan, pemrograman, kalibrasi, serta pengujian sebelum digunakan pada rumah tangga sasaran.

Monitoring dilaksanakan pada 18 rumah tangga yang tersebar di beberapa RT di Padukuhan Rejosari dengan total 22 titik sumber air. Sumber air yang diamati meliputi sumur gali, PAM, mata air, serta kombinasi beberapa sumber air yang digunakan oleh masyarakat. Dari kegiatan ini diperoleh gambaran awal mengenai kondisi kualitas air rumah tangga di Rejosari, termasuk variasi karakteristik sumber air dan cara masyarakat mengelola air yang digunakan sehari-hari.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat memberikan sambutan yang baik dan aktif menyampaikan informasi mengenai kondisi sumber air di rumah masing-masing. Beberapa warga juga berbagi pengalaman terkait penggunaan lebih dari satu sumber air, pengendapan air sebelum digunakan, serta pemasangan saringan sederhana pada saluran air.
Hasil monitoring kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan diseminasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air bersih bagi kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemantauan kualitas air serta dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kualitas sumber air di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan monitoring kualitas air ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, masyarakat, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pengurus PAM, dan Pemerintah Padukuhan Rejosari dalam mendukung lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.