Tentang Kami
Visi
“Menjadikan Padukuhan Rejosari sebagai padukuhan yang toto titi tentrem, gemah ripah loh jinawi, serta masyarakat yang aman, tertib, rukun, dan sejahtera.”
Misi
Membangun Padukuhan Rejosari bersama seluruh masyarakat melalui semangat gotong royong.
Menjaga kekompakan, kerukunan, serta kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan nyaman.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pembangunan padukuhan.
Sejarah
Padukuhan Rejosari merupakan salah satu padukuhan di Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dahulu wilayah ini dikenal dengan nama Kedung Pucang (Dongpucang), yang berkaitan dengan keberadaan kedung atau cekungan sungai serta pohon pucang yang tumbuh di kawasan tersebut. Menurut cerita masyarakat, daerah ini terbentuk setelah terjadi perubahan aliran sungai akibat longsoran tanah pada masa lampau.
Seiring berjalannya waktu, kawasan bekas kedung tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian dan permukiman. Setelah Indonesia merdeka, para tokoh masyarakat bersepakat mengganti nama Kedung Pucang menjadi Rejosari. Nama ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu rejo yang berarti makmur atau sejahtera dan sari yang berarti inti atau pusat, sehingga Rejosari dimaknai sebagai tempat yang diharapkan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Hingga kini, Rejosari berkembang sebagai padukuhan yang tetap mempertahankan kehidupan pedesaan yang rukun, gotong royong, dan kaya akan budaya lokal. Tradisi kesenian seperti jathilan dan karawitan masih dilestarikan, sementara kegiatan pertanian dan kehidupan sosial masyarakat terus menjadi bagian penting dari identitas Padukuhan Rejosari.